Peneliti Mengidentifikasi Target Terapi COVID Baru dan Prediktor Kematian

Para peneliti di King’s College London telah menemukan target antivirus baru untuk memerangi COVID-19: protein pengikat galektin-3, atau LGALS3BP.

Analisis sekitar 500 sampel darah dari pasien COVID-19 yang dirawat di unit perawatan intensif mengungkapkan bahwa selama infeksi, kadar LGALS3BP di paru-paru meningkat secara signifikan. Para ilmuwan menemukan bahwa interaksi antara protein lonjakan SARS-CoV-2 dan LGALS3BP mungkin menjadi target terapi baru untuk membantu meringankan gejala COVID-19 yang mengancam jiwa.

Rekomendasi Swab Test Jakarta

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa keberadaan RNA SARS-CoV-2 dalam darah pasien COVID-19 dapat digunakan sebagai penanda kematian prediktif. 56 persen pasien ICU yang meninggal karena gejala COVID-19 yang parah memiliki RNA virus yang terdeteksi dalam darah, dibandingkan dengan hanya 13 persen dari mereka yang selamat dari infeksi.

“Kami melaporkan bahwa keberadaan RNA virus yang terdeteksi dalam plasma atau serum pasien COVID-19 dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit parah. Kami juga menyoroti interaksi baru dengan potensi efek antivirus antara protein lonjakan SARS-CoV-2 dan protein yang disebut protein pengikat galektin-3,” kata Manu Shankar Hari, yang memimpin penelitian.

“Temuan penelitian kami memiliki dua implikasi utama. Pertama, ada kebutuhan teknologi diagnostik yang belum terpenuhi untuk tes dekat pasien untuk mengidentifikasi keberadaan RNA virus dalam darah pada pasien COVID-19. Kedua, penelitian kami berpotensi menyoroti target obat antivirus, yang merupakan area prioritas yang disorot dalam peluncuran Gugus Tugas antivirus COVID-19 pemerintah Inggris.”

Swab Test Jakarta yang nyaman