Mon. Oct 3rd, 2022

Pembelajaran di Iran terkonsentrasi serta terbelah jadi pembelajaran K-12 plus pembelajaran atas. pembelajaran dasar serta menengah diawasi oleh unit pembelajaran serta pembelajaran atas di dasar pengawasan unit Ilmu wawasan, penelitian serta Teknologi serta unit Kesehatan serta pembelajaran medis (segi medis). Pada 2016, 86% populasi orang cukup umur Iran terbuka huruf.[1] poin ini meninggi jadi 97% di antara orang cukup umur baru (berumur antara 15 serta 24) tanpa kontras gender.[2] Pada tahun 2007, Iran ada akal populasi murid serta angkatan aktivitas sebesar 10,2%, berdiri di antara negeri-negeri dengan akal paling tinggi di dunia. HomeShooling Di Tangerang Selatan

Sekolah dasar (Dabestân ان) diawali pada umur 6 tahun sepanjang 6 tahun. Sekolah Menengah kesatu (Dabirestân اول دبیرستان), serta diketahui selaku sekolah menengah kesatu melingkupi 3 tahun Dabirestân dari kasta 7 sampai kasta 9. Sekolah Menengah atas (Dabirestân دوم دبیرستان), tercantum 3 tahun terakhir, tidak patut. pelajar pada tahapan ini mampu memilah guna berlatih segi prinsip, kejuruan/teknis maupun tip, masing-masing program dengan spesialisasinya masing-masing serta pada akibatnya murid dikasihkan tanda lulus  SMA.[4] Persyaratan guna masuk ke pembelajaran atas yaitu ada tanda lulus  SMA, serta berhasil tamparan masuk universitas nasional, eksamen Masuk Universitas Iran (Konkur ), yang sama dengan tamparan baccalauréat Prancis (guna setengah besar universitas serta segi riset) . HomeShooling Di Tangerang Selatan

Universitas, institut teknologi, sekolah medis serta community college, sediakan pembelajaran atas. pembelajaran atas disetujui oleh bermacam jenjang akta: Fogh-e-Diplom maupun Kārdāni sehabis 2 tahun pembelajaran atas, Kārshenāsi (serta diketahui dengan sebutan “ongji”) dikasihkan sehabis 4 tahun pembelajaran atas (titel pakar). Kārshenāsi-ye Arshad dituturkan sehabis 2 tahun berlatih lagi (titel eksper). sehabis itu, tamparan lain membolehkan calon guna mengejar program ahli (PhD).[4]

Inisiatif Pengukuran Hak esensial khalayak (HRMI)[5] mendapatkan jika Iran cukup mencukupi 91,0% dari apa yang sepatutnya dicukupi guna hak berlandaskan pembelajaran berasas jenjang pemasukan negara tersebut.[6] HRMI menjebol hak berlandaskan pembelajaran dengan mengamati hak berlandaskan pembelajaran dasar serta pembelajaran menengah. sembari memikirkan jenjang pemasukan Iran, negara ini menyentuh 99,2% dari apa yang sepatutnya dimungkinkan berasas akar energi (pemasukan) guna pembelajaran dasar namun cukup 82,9% guna pembelajaran menengah.