Mon. Apr 12th, 2021

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja – remaja yang gagal dalam menjalani proses pengembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak – kanaknya. Masa kanak – kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik – konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak – kanak maupun remaja. Seringkali di dapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, seperti mendapat perlakuan kasar dan tidak menenyenangkan dari lingkungannya, 

Kenakalan remaja dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial . Penggunaan konsep perilaku menyimpang sebenarnya mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh dan perilaku yang tidak melalui tersebut dapat dianggap telah menyimpang. 

Hal relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut adalah mengapa seseorang dapat melakukan penyimpangan, sedangkan ia tau apa yang dilakukan melanggar aturan, hal ini disebabkan karna pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar aturan, seperti membuang sampah sembarangan ditempat umum yang telah disediakan tempat sampah Outdoor untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Perilaku kenakalan remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal)

Faktor Internal :

  • krisis Identitas

Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi, contohnya ketika terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya.

  • pengontrol diri yang lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terbawa pada perilaku “nakal”, begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuanya. 

Faktor Eksternal :

  • Lingkup Keluarga

Perceraian orang tua dan perselisihan antar keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan pada agama/penolakan terhadap eksistensi anak bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

  • Teman sebaya/Sepergaulannya
  • Lingkungan/komunitas yang kurang baik
  • Kurangnya sosialisasi dari orang tua pada anak terhadap nilai-nilai moral dan sosial

Beberapa hal yang bisa dilakukan mengatasi kenakalan remaja :

  • Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya mengontrol diri bisa di cegah atau di atasi dengan prinsip keteladanan. Para remaja ini harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah berhasil melampaui masa remajanya dengan baik dan benar.
  • Inisiatif orang tua untuk merapihkan kondisi keluarga sehingga terwujudkan keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman bagi remaja
  • Diberikan ilmu yang bermakna yang mengandung moral-moral kehidupan 
  • Remaja harus diberikan dan memegang prinsip yang baik agar tidak terpengaruh pada teman sebayanya/lingkungan sekitarnya yang kurang baik.

By gogreen