Manfaat tanaman bangle

Manfaat tanaman bangle – Potensi ekstrak rimpang bangle (Zingiber montanum J.König) sebagai suplemen untuk mencegah dan mengurangi gejala Covid-19

Angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 semakin meningkat dari hari ke hari, untuk mengatasinya sangat diperlukan strategi pengobatan yang lebih baik, oleh karena itu berbagai cara dan strategi untuk itu harus diupayakan. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menjelaskan bahwa rimpang bangle (Zingiber montanum) memiliki potensi besar untuk meningkatkan antibodi dan mengurangi gejala sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yang juga tampaknya cocok untuk mengobati Covid-19.

Metode: Kajian ini mencari hasil penelitian ilmiah dari berbagai sumber, mengenai khasiat rimpang bangle (Zingiber montanum) yang diduga kuat mampu mencegah, dan mengurangi gejala yang terjadi pada COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang bangle memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, antivirus dan mengurangi gejala seperti yang terjadi pada COVID-19.

Kesimpulan: Ekstrak rimpang bangle memiliki puluhan zat berkhasiat dan memiliki aktivitas multifungsi, maka dapat disimpulkan bahwa diantara manfaat ekstrak rimpang bangle mampu mencegah dan mengurangi gejala yang terjadi pada Covid-19, serta studi praklinis dan studi klinis yang diperlukan untuk membuktikan postulat ini.

1. Perkenalan

Seperti diketahui, penyebab utama kematian akibat Covid-19 adalah karena acute respiratory distress syndrome (ARDS), hal ini terjadi akibat badai sitokin yang akhirnya berujung pada kegagalan multi-organ. Orang yang bisa sembuh dari Covid-19 umumnya adalah orang yang memiliki antibodi kuat atau mendapatkan obat atau herbal yang cocok untuk mengalahkan Covid-19.

Di sisi lain, menurut beberapa laporan dari China, bahwa tingkat keberhasilan pengobatan terhadap Covid-19 justru lebih baik, ketika obat-obatan farmasi digabungkan dengan obat-obatan herbal daripada hanya obat-obatan farmasi, dan hasilnya memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik (Yen dan Iya, 2019).

Pemerintah China telah menerapkan kebijakan ini di seluruh wilayah China, dan beberapa formula pengobatan tradisional China (TCM) untuk memerangi COVID-19 yang banyak digunakan antara lain Huoxiang Zhengqi, Lianhuaqingwen, Shuanghuanglian, dan lain-lain (Runfeng et al., 2020, Su dkk., 2020, Xiao dkk., 2020). Manfaat tanaman bangle

Hasil dari kebijakan ini sangat menggembirakan, dimana berdasarkan data yang dipublikasikan secara online di Worldometer, posisi China untuk jumlah terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 pada akhir April 2020 masih menduduki peringkat 1 atau tertinggi di dunia. . Pada 4 November 2020, posisi China untuk jumlah terinfeksi dan meninggal dunia berpindah ke posisi no. 57 di dunia (Worldometer, 2020).

Formula Pengobatan Tradisional China (TCM) untuk memerangi COVID-19 mengandung banyak tanaman dan kebanyakan hanya tumbuh di daerah China, jika ada satu tanaman yang memiliki khasiat seperti formula TCM untuk memerangi COVID-19 dan mudah didapat, serta memiliki harga yang murah tentunya akan lebih baik, salah satu tanaman pengganti TCM menurut kami adalah rimpang bangle (Zingiber montanum). Tanaman ini tumbuh di beberapa daerah di Asia Selatan, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam (Lim, 2016).

Bangle telah lama digunakan oleh sebagian orang terutama di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan di beberapa wilayah Asia Selatan untuk mengobati asma, radang paru-paru, anti inflamasi, antivirus, antibakteri, imunomodulator, dan lain-lain (Iswantini et al., 2011). Jantan et al., 2008, Kaewchoothong, 2009). Demikian juga menurut hasil penelitian ilmiah bahwa ekstrak rimpang bangle memiliki puluhan zat berkhasiat, dan memiliki aktivitas multifungsi, dan dapat diduga kuat bahwa di antara manfaat ekstrak rimpang bangle adalah mampu mencegah dan mengurangi gejala. yang terjadi pada Covid-19.

Pengobatan Tradisional China (TCM) yang cocok untuk mencegah dan mengobati Covid-19 adalah dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antivirus, imunomodulator, antiinflamasi, dan dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh efek badai sitokin (Runfeng et al., 2020, Su et al., 2020, Xiao et al., 2020) Bangle merupakan tanaman yang memiliki banyak zat berkhasiat dan memiliki aktivitas multifungsi (Lim, 2016). Aktivitasnya hampir sama dengan obat TCM untuk mencegah dan memerangi COVID-19 Seperti yang kami jelaskan di bawah ini. Manfaat tanaman bangle

2. Bahan dan metode
Bahan yang digunakan untuk obat bangle umumnya adalah ekstrak rimpang bangle (Gbr. 1), sedangkan sinonim Zingiber montanum J.König antara lain Amomum cassumunar (Roxb.), Zingiber cassumunar (Roxb), Zingiber cliffordiae ( Andrews), Zingiber luridum (Salisb), Zingiber purpureum (Rosc), Zingiber xantorrhizon (Steud) (Lim, 2016).

Tanaman bangle (Zingiber montanum) di Indonesia disebut juga Banggele, Banglai, Bengle, Bungle, Mungle, Kunit Bolai tetapi paling sering disebut bangle. Di Malaysia tumbuhan ini juga disebut Bangle, Bolai, Boleh, Bonglai, namun paling sering disebut Bangle, sedangkan di Thailand lebih sering disebut Phlai atau Plai (Lim, 2016).

2. Metode

Metode yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah dengan mencari artikel jurnal dari berbagai sumber terutama dari database Medline melalui Ebscohost, Scopus, dan Google Scholar, mengenai khasiat rimpang bangle (Zingiber montanum) yang diduga kuat dapat mencegah dan mengurangi gejala yang terjadi pada COVID-19.

3. Hasil
Rimpang bangle telah digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman tunggal atau sebagai komponen resep herbal, terutama di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tanaman ini digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti asma, radang paru-paru, nyeri otot, influenza, imunomodulator, diabetes, rematik, demam, disentri dan berbagai gangguan pada lambung, radang, sakit kepala, vertigo, sakit kuning, cacingan, usus halus. gerakan, anti oksidan, penurun berat badan, keseleo, luka, bayi pingsan karena demam tinggi, pembersih penyakit kulit, pengusir nyamuk dan lain-lain. (Iswantini et al., 2011, Jantan et al., 2008, Kaewchoothong, 2009). Karena gejala Covid-19 mirip dengan pneumonia dan selama ini banyak masyarakat yang menggunakan bangle untuk mengobati radang paru-paru, asma, influenza dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan meminum rimpang bangle, saat ini banyak masyarakat di Indonesia yang meminum bangle untuk mencegah atau melawan Covid-19. Ekstrak rimpang bangle seberat 2-3 gr, diparut dan disaring, kemudian ditambah air secukupnya, diminum 1-2 kali sehari, karena ekstrak rimpang bangle rasanya pahit, ekstrak rimpang bangle sering diminum dengan madu atau ditambah gula. Manfaat tanaman bangle

3. Dosis dan beberapa merek dijual
Selain itu, menurut hasil penelitian Kato et al. (2018), dosis mematikan minimum untuk ekstrak rimpang bangle diperkirakan lebih dari 2000 mg/kg BB per hari untuk manusia. Pengamatan mereka terhadap tikus yang diberi ekstrak bangle selama 3 bulan, tidak menunjukkan kelainan pada tikus (Kato et al., 2018).

Di Indonesia, minyak atsiri dari tanaman herbal bangle murni dijual secara online dan di toko-toko obat dengan nama Minyak atsiri bangle murni (artinya = Minyak atsiri bangle murni), dan minyak pavettia minyak bangle/plai, minyak ini digunakan untuk penyakit kuning, demam, sakit kepala, batuk dengan berdahak, sakit perut, masuk angin, sembelit, cacingan, reumatik, susut perut pasca melahirkan & untuk mengobati kegemukan. Dan campuran minyak Bangle dan minyak Acorus calamus (85% minyak bangle + 15% minyak Acorus calamus) dengan nama Dlingo, minyak ini digunakan untuk meredakan kejang, meredakan sakit kepala, mengurangi rasa sakit, menurunkan demam, mengatasi pilek, dan untuk menenangkan pikiran. Sedangkan kapsul juga dijual secara online dengan nama Bangle dengan dosis 500 mg per kapsul dan diminum 1-2 kali sehari, kebanyakan konsumen membeli untuk menurunkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah alergi melalui pernafasan. Sedangkan di Thailand juga dijual di berbagai tempat dengan nama minyak Phlai (plai), kapsul phlai, dan krim plai (Kaewchoothong, 2009).

3. Fitokimia Zingiber montanum J.König (Bangle)
Berdasarkan hasil penelitian Majaw dan Moirangthem (2009), ekstrak rimpang bangle mengandung senyawa kimia: Phlobatnin, Flavonoid, Alkaloid, Saponin, Tanin, Terpenoid, Steroid, dan Gylcoside (Majaw dan Moirangthem, 2009).

Sementara kandungan utama ekstrak rimpang bangle adalah fenilbutanoid, menurut farmakope herbal Thailand mengandung total kandungan fenilbutanoid tidak <45% b/b (Kaewchoothong, 2009). Rendemen penyulingan minyak atsiri rimpang bangle memiliki rendemen antara 0,857 dan 1,373% (Sukatta et al., 2009) dan kandungan utama minyak atsiri bangle adalah Terpinen-4-ol, yaitu sekitar 32 vol% (Pithayanukul dan Tubprasert, 2007).

Cara mengolah bangle

4. Sifat farmakologis gelang (bangle)
Hingga saat ini, karena belum ada vaksin dan obat yang tepat untuk mengobati COVID-19, cara yang dilakukan untuk mencegah wabah COVID-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan antibodi. Sedangkan untuk mengobati toPasien COVID-19, titik fokusnya adalah mengatasi gejala badai sitokin berupa ARDS yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan obat imunomodulator dan obat antivirus untuk mencegah SARS-CoV-2 melakukan replikasi ( WHO, 2020b). Di bawah ini, kita akan membahas peran ekstrak rimpang bangle dalam membantu mencegah dan mengurangi gejala COVID-19 berdasarkan sifat farmakologisnya. Manfaat tanaman bangle