Wed. Sep 28th, 2022
Kesalahan Pemula Belajar Bahasa Asing Dan Cara Memperbaikinya

Kursus bahasa asing jakarta bogor – Dengan dunia yang semakin terhubung, semakin banyak dari kita yang dituntut untuk memiliki keterampilan bahasa dan komunikasi yang tinggi. Mempelajari bahasa baru bergantung pada kesabaran, disiplin, dan waktu. Tiga elemen yang sulit untuk dipraktikkan dan cocok dengan jadwal sehari-hari. Secara pribadi, saya telah berjuang untuk belajar bahasa yang berbeda. Bahasa Prancis dan Portugis relatif mudah dipelajari karena kesamaannya dengan bahasa Inggris. Jepang, di sisi lain, adalah tantangan nyata.

Melalui pengalaman belajar pribadi saya dan sepuluh tahun dalam pendidikan, saya telah mencatat beberapa kesalahan umum yang dilakukan orang ketika belajar bahasa baru. Berikut 10 kesalahan umum yang dilakukan orang saat mempelajari bahasa baru dan beberapa tips bermanfaat untuk membuat Anda tetap dalam pola pikir yang baik.

Kesalahan Pemula Belajar Bahasa Asing Dan Cara Memperbaikinya

1. Berkecil hati karena kesalahan Anda.
Mari kita mulai dengan dasar-dasarnya. Kesalahan tidak apa-apa — sebenarnya, itu perlu. Dengan membuat kesalahan, Anda menciptakan kesempatan belajar untuk diri sendiri. Entah itu poin tata bahasa atau kurangnya kosa kata, membuat kesalahan adalah bagian dari kesenangan belajar bahasa baru. Latih kesabaran, berbaik hatilah pada diri sendiri dan luangkan waktu Anda.

2. Kesalahpahaman bagaimana Anda belajar.
Bagaimana Anda belajar sama pentingnya dengan apa yang Anda pelajari. Setiap orang berbeda, dan setiap orang menyerap informasi secara berbeda. Ada tujuh gaya belajar yang berbeda mulai dari visual hingga aural hingga fisik. Apakah Anda senang membaca tentang minat Anda? Apakah Anda lebih suka pendekatan pembelajaran yang lebih langsung? Apakah Anda menyimpan informasi dengan mudah atau apakah Anda perlu terus-menerus diingatkan? Memahami pertanyaan ini dan pertanyaan lainnya dapat membantu Anda menciptakan disiplin belajar yang akan membantu Anda mempertahankan bahasa baru.

3. Tidak dimulai dengan suara.
Saat mempelajari bahasa baru, penting untuk memulai dengan bagaimana bahasa terdengar. Meskipun membaca dan menulis bisa menarik, semua bahasa akan memiliki bunyi yang unik. Itulah mengapa penting untuk memulai dengan mendengarkan dan mengulanginya terlebih dahulu. Membaca dan menulis tidak boleh diabaikan, tetapi demi kelancaran, mereka harus mengambil kursi belakang untuk latihan verbal.

4. Berfokus pada kosakata yang salah.
Anda harus memperhatikan kosakata apa yang Anda pelajari. Idealnya, Anda ingin membuat basis kosa kata, fondasi, yang dapat Anda kembangkan. Jika Anda seorang pemula, fokuslah pada kosakata yang berguna. Angka, warna, kendaraan, anggota keluarga, dan makanan biasanya merupakan tempat yang bagus untuk memulai. Tujuan utamanya adalah agar Anda segera berbicara, jadi mulailah dengan kosakata yang sederhana dan praktis.

5. Tidak membangun kosakata kalimat.
Membangun kalimat adalah bagian penting dari belajar bahasa baru, dan sering diabaikan. Ada banyak frasa umum yang setiap bahasa memiliki versi yang dapat memulai Anda. “Halo,” “Selamat tinggal,” “Maaf,” dan “Terima kasih” adalah istilah yang sangat umum dan biasanya mudah dipelajari. Menambahkan ekspresi umum sehari-hari ke pelajaran Anda akan membantu Anda memahami bahasa lebih cepat.

Namun, ada kalimat dasar yang dapat membantu Anda memperluas kosakata dasar Anda. Mulailah dengan menggunakan pilihan kata kerja sederhana, lalu gabungkan dengan kosakata dasar Anda untuk mulai mengucapkan kalimat sederhana. Setelah ini menjadi lebih mudah, Anda dapat mulai menambahkan sintaks yang lebih kompleks seperti frasa preposisi dan kata keterangan.

6. Terlalu fokus pada tata bahasa.
Jika Anda baru memulai dalam suatu bahasa, jangan terlalu khawatir tentang tata bahasa. Saya sering mendapati diri saya terjebak dalam kebingungan tata bahasa ketika itu tidak membantu saya pada saat itu. Pelajaran tata bahasa bisa datang nanti, tetapi untuk saat ini, Anda perlu menguasai kosakata Anda sehingga ketika pelajaran tata bahasa datang, Anda tidak akan terjebak dalam menguraikan konstruksi kalimat Anda.

7. Menekankan pada pengucapan.
Seperti disebutkan sebelumnya, setiap bahasa akan memiliki suara yang unik. Beberapa bahasa yang lebih eksotis dapat memiliki suara yang tidak biasa Anda buat. Ketika saya belajar bahasa Jepang, tidak ada terlalu banyak suara gila untuk dipelajari karena sebagian besar bahasanya monoton. Namun, beralih dari bahasa Jepang ke bahasa Ibrani membuat saya menggerakkan mulut saya dengan cara yang sangat berbeda. Tapi jangan khawatir tentang itu! Pengucapan akan datang seiring waktu. Semakin banyak Anda berlatih bahasa, semakin Anda akan menangkap suara yang unik. Jika Anda berbicara dengan penduduk asli, mereka juga akan membantu Anda dalam pengucapan.

By Drajad