Thu. Feb 9th, 2023

Dikala mendengar kata desain arsitektur, seringnya yang terbayang merupakan suatu seni yang mangulas spesial tentang perancangan bangunan. Sementara itu, tampaknya desain arsitektur ialah cabang seni rupa yang ruang lingkupnya lumayan luas. Buat menaikkan pengetahuan kalian, di postingan ini kami hendak mengulasnya secara lengkap dari penafsiran, ruang lingkup, sejarah, serta prinsipnya.

Penafsiran Desain Arsitektur

Pertama- tama, kami hendak mangulas menimpa apa itu desain arsitektur. Desain arsitektur merupakan seni yang seseorang orang hasilkan buat merealisasikan imajinasi serta ilmu mereka ke dalam sesuatu rancangan bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup perancangan serta pembangunan di satu area, baik mikro ataupun makro. Pada tingkatan mikro, desain bidang dalamnya mencakup permasalahan desain bangunan, desain furniture, serta desain produk. Di tingkatan makro, desain arsitektur mencakup permasalahan perencanaan perkotaan serta arsitektur lanskap serta tercantum ke dalam seni rupa terapan.

Ruang Lingkup Desain Arsitektur

Di dalam bukunya yang bertajuk De Architectura, Vitruvius melaporkan kalau bangunan yang baik wajib memiliki 3 faktor, di antara lain keelokan( venustas), kekuatan( firmitas), serta khasiat( utilitas). Ketiga faktor tersebut ialah faktor yang balance serta silih terikat satu sama lain.

Bukan cuma itu, Vitruvius pula berkata kalau arsitektur merupakan ilmu yang mencuat dari ilmu- ilmu yang lain serta lengkap dengan proses belajar. Karya- karya hasil arsitektur merupakan sesuatu karya seni. Vitruvius juga berkata kalau seseorang arsitek wajib fasih dalam ilmu- ilmu pengetahuan lain, semacam musik, astronomi, filsafat, serta yang lain. Diantara seluruh ilmu tersebut, ilmu filsafat lah yang dikira selaku ilmu yang pas dalam melaksanakan pendekatan arsitektur.

Sejarah Desain Arsitektur

Tipe seni rupa 3 ukuran ini terlahir dari terdapatnya kebutuhan manusia hendak sesuatu keadaan area yang kondusif, nyaman, aman, serta semacamnya. Di sisi lain, arsitektur pula terlahir berkat metode manusia yang menggunakan bahan bangunan dan kecanggihan teknologi konstruksi ataupun bangunan. Desain arsitektur sendiri apalagi telah terdapat semenjak era primitif ataupun era purba. Pada biasanya, arsitektur di era tersebut berbentuk bebatuan yang disusun berkelana. Stonehenge yang terdapat di Inggris bagian selatan ialah contoh arsitektur purba yang masih terdapat hingga dikala ini. Tentu kalian sempat melihatnya di novel ataupun internet, kan?

Arsitektur dikala itu belum dikira keahlian. Apalagi, pekerja arsitek pula tidak dikira selaku orang berarti dikala itu. Mereka cuma dikira selaku penerus tradisi dalam urusan pembangunan. Kemajuan teknologi serta pengetahuan kesimpulannya merangsang manusia buat berimprovisasi serta meniru paling utama di ranah arsitektur.

Arsitektur yang mulanya cuma lapisan bebatuan, lama- lama tumbuh jadi suatu bangunan rumah. Bangunan rumah yang dirancang dikala itu cumalah sebatas rumah pemukiman simpel. Bersamaan berjalannya waktu, wujud serta tipologi bangunan makin lama jadi terus menjadi rumit. Banyak sekali bangunan yang tercipta dari kerumitan- kerumitan tersebut, contohnya semacam sekolah, rumah sakit, tempat tamasya serta yang lain. Pertumbuhan ini beriringan dengan bermunculannya karya tulis yang berhubungan dengan seni arsitektur. De Architecture karya Vitruvius ialah salah satunya.

Prinsip Desain Arsitektur

Apa saja ya prinsip yang dianut desain arsitektur? Ayo, kita bahas secara lengkap di dasar ini!

1. Penyeimbang ataupun Balance

Awal, terdapat prinsip penyeimbang. Dalam prinsip ini, suatu bangunan haruslah balance proporsinya biar bangunan tersebut lezat dikala siapapun melihatnya. Terdapat 2 model dalam prinsip penyeimbang, ialah simetris serta asimetris. Simetris berarti proporsi ataupun dimensi bangunannya balance, misalnya sisi kiri bangunan balance dengan sisi kanan bangunan. Di sisi lain, asimetris ialah sisi ketidakseimbangan dalam suatu bangunan. Contohnya sisi kiri bangunan yang lebih miring daripada bagian sisi kanan bangunan.

2. Irama

Kedua, terdapat irama yang berarti faktor yang sanggup menggugah emosi manusia. Pembuatan irama dapat Kalian jalani dengan membagikan pola secara kesekian. Contohnya, mengaplikasian pola garis- garis yang kesekian pada sesuatu bidang dalamnya rumah. Irama sendiri dibagi atas irama statis serta irama dinamis. Irama statis merupakan pengulangan pola yang datar. Misalnya saja pola garis- garis yang Kalian aplikasikan secara berulang- ulang di dalam bidang dalamnya rumah. Tidak hanya itu, terdapat pula irama dinamis ialah irama yang tercipta secara tidak kesekian ataupun lebih variatif. Misalnya pola garis- garis suatu bidang dalamnya rumah yang berpadu dengan pola polkadot.

3. Tekanan ataupun Point Of Interest

Tekanan yakni fokus utama sesuatu rancangan arsitektur. Ini merupakan bagian yang sangat menonjol serta yang sangat nampak oleh mata. Bagian yang jadi tekanan tersebut umumnya mempunyai suatu yang mencolok, semacam warna ataupun wujudnya.

4. Skala

Keempat merupakan skala, yang ialah ikatan harmonis antara bangunan dengan hal- hal di sekitarnya. Skala dibagi atas skala monumental, skala manusiawi, serta skala mencekam. Skala monumental ialah suatu ikatan antara bangunan dengan sesuatu momen peristiwa tertentu. Misalnya, Monumen Tsunami Aceh merupakan salah satu bangunan yang mempunyai ikatan erat dengan peristiwa Tsunami Aceh sebagian tahun yang kemudian. Sebaliknya, skala manusiawi berarti ikatan bangunan dengan unsur- unsur kebudayaan manusia. Terakhir merupakan skala mencekam yang ialah ikatan bangunan dengan peristiwa alam yang mencekam, semacam gurun, laut, serta semacamnya.

By roket