Fri. Jan 22nd, 2021

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan yang cukup inovatif di tahun 2020 ini. Melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang dipimpin oleh Erick Tohir, mereka berhasil meluncurkan sebuah ekosistem digital yang bernama PaDi UMKM.

PaDi UMKM ini merupakan sebuah ekosistem digital yang akan mempertemukan BUMN dan UMKM. Pertemuan UMKM dan BUMN adalah untuk menciptakan sinergi antar lini yang ada di Indonesia.

Kedua sektor ini memang menjadi salah satu penyumbang pemasukan terbesar bagi bangsa Indonesia. UMKM sendiri sudah ada sejak lama dan menjadi sebuah istilah yang memudahkan pemerintah untuk memetakan usaha.

Sedangkan BUMN merupakan upaya negara dalam mengeruk keuntungan yang ada di bumi Indonesia. Beberapa perusahaan BUMN ada yang didirikan dengan sistem bagi saham dan ada juga yang sepenuhnya memang milik negara.

UMKM telah terbukti menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp8 ribu trilliun, 60% dari jumlah PDB Indonesia yang berjumlah Rp14 ribu trilliun.

Selain itu jenis usaha ini juga mampu menyerap 97% lapangan pekerjaan dari total sekitar 120 juta lapangan kerja yang tersedia. Jadi sekitar 116 juta lapangan pekerjaan merupakan pemberian dari UMKM yang ada di Indonesia.

Di tahun 2020 ini, UMKM memang mengalami penurunan karena wabah yang terjadi di seluruh dunia. Mereka mengalami kesulitan peminjaman modal dan juga tentunya kesulitan untuk mencari permintaan pasar.

Banyak orang pada saat ini lebih memilih menyimpan dan menghemat pengeluarannya karena tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya serta berapa lama virus ini tetap menghantui masyarakat di seluruh dunia.

Sudah tidak terhitung berapa banyak kasus positif serta korban jiwa yang meninggal akibat keganasan virus corona ini. Selain itu, perusahaan juga sudah banyak memberhentikan karyawannya karena tidak mampu mengahadapi situasi yang pahit seperti ini.

Badan Usaha Milik Negara pun beberapa ada yang ditutup oleh pemerintah karena dianggap tidak terlalu penting. Ada beberapa cucu perusahaan BUMN yang dianggap tidak optimal dan pada akhirnya terpaksa ditutup.

Kondisi ekonomi Indonesia memang sungguh mengkhawatirkan. BUMN juga mengalami kesulitan dalam melakukan pengadaan barang dan jasa. Apalagi dengan kebijakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah saat ini.

Terhitung dari bulan Maret hingga saat ini, kebijakan lockdown sudah dijalankan oleh perusahaan-perusahaan milik negara. Pemerintah pun berharap kedua sektor ini bisa bangkit dan beroperasi kembali seperti sedia kala demi menyelematkan kondisi ekonomi Indonesia yang sudah sangat payah.

Munculah ide untuk menghadirkan transaksi pengadaan barang dan jasa BUMN secara online yang melibatkan UMKM juga. Jadi UMKM bisa menyerap anggaran dari BUMN agar mereka bisa bangkit dan beroperasi seperti sebelumnya.

UMKM yang sudah bergabung dengan PaDi UMKM merupakan UMKM yang sudah terverifikasi dengan baik di Kementerian Koperasi dan UKM. Mereka juga sudah melewati proses screening yang dilakukan oleh tim PaDi UMKM.

Kualitas barang dan jasa yang akan mereka tawarkan kepada BUMN tidak perlu diragukan lagi. Apalagi sistem pengadaan barang dan jasa secara online ini semakin mempermudah proses kerja kedua sektor ini. Jadi tunggu apalagi? Segera kunjungi PaDi UMKM!