Tue. Dec 6th, 2022

BERITA BLORA TERBARU– Penanganan darurat longsor di bantaran Sungai Tirtonadi turut Kelurahan Mlangsen, Kecamatan/Kabupaten Blora mulai dikebut. Hal tersebut merupakan tindak lanjut laporan dari warga Mlangsen pada Mei 202 lalu.

PENANGANAN LONGSOR: Alat berat excavator yang digunakan untuk penanganan darurat longsor di bantaran Sungai Tirtonadi turut Kelurahan Mlangsen, Kecamatan/Kabupaten Blora. (Lilik Yuliantoro/Lingkarjateng.id)

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Surat, mengungkapkan bahwa pelaksanaan penanganan darurat longsoran Tirtonadi di Kelurahan Mlangsen saat ini sudah mulai dilaksanakan. Penanganan darurat ini berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Semarang.

Dari hasil inspeksi bersama petugas di lapangan, Surat mengusulkan agar konstruksi turap yang akan dipasang bisa ditambah lagi panjang dan jumlah barisnya. Hal itu mengingat lokasi longsoran saat ini sudah bertambah panjangnya menjadi sekira 38 meter.

“Harapannya koordinasi dengan jajaran BBWS Pemali Juana Semarang bisa disetujui. Karena kita mengusulkan konstruksi turap diperpanjang, yang semula 27 meter menjadi 38 meter, yaitu dengan jumlah baris semula empat baris menjadi lima baris. Sehingga, jika disetujui, maka bisa optimal penanganannya,” bebernya pada Senin, 14 Oktober 2022.

Apabila nanti belum bisa dilaksanakan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Camat Blora agar masyarakat ikut berpartisipasi membantu kekurangan glugu ataupun tanah urug.

Baca Juga : BERITA TERBARU KEGIATAN BUPATI BLORA ARIEF ROHMAN TAHUN 2022

“Karena ini sifatnya penanganan darurat bencana alam, kami harap masyarakat setempat atau siapapun yang tergerak bisa ikut membantu dan berpartisipasi. Dalam artian, bisa membantu kekurangan kebutuhan turap glugu dan tanah urug, mumpung alat berat ada di lapangan,” jelasnya.

Terkait rencana penanganan permanen, pihak DPUPR Blora sudah mengusulkan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Blora Tahun 2023.

“Semoga usulan ini nanti bisa disetujui oleh Pemkab Blora dan DPRD Blora agar penanganan permanennya dapat dilakukan di tahun 2023,” ujarnya.

Seperti diketahui, penanganan longsoran Tirtonadi yang telah ditangani oleh Dinas PUPR Blora berkolaborasi dengan BBWS Pemali Juana Semarang ini mencakup kurang lebih 16 titik, dengan rincian 12 titik ditangani oleh BBWS Pemali Juana Semarang, dan enam titik ditangani Dinas PUPR Blora. (Lingkar Network | Lilik Yuliantoro – Koran Lingkar)

By roket