Cara Terbaik Menyimpan Bawang Merah, Tak Perlu Lagi Takut Busuk!

Bawang Merah

Sudah jelas bawang merah berbeda dengan bawang bombay ataupun bawang putih, sehingga cara penyimpanannya pun saling berbeda. Jika tidak percaya, cobalah menengok fakta ilmiah, bahwa Allium ascalonicum (bawang merah) diklasifikasikan sebagai spesies berbeda dengan Allium cepa (bawang).

Meskipun memiliki hubungan dekat dengan bawang putih, tetap saja bawang merah berbeda secara fisik. Bawang merah diketahui berukuran lebih kecil, bagian dalamnya lebih cepat matang, dan rasa-tekstur yang begitu manis-lembut di lidah.

Lantas akan muncul beberapa pertanyaan, “Berapa lama bawang merah mampu bertahan? Bagaimana cara terbaik untuk menyimpannya, baik itu dalam bentuk utuh atau irisan? Terakhir, apa yang harus kamu lakukan agar bawang merah tidak cepat busuk?”

Artikel ini hadir membahas bagaimana cara menyimpan bawang merah agar tetap segar, yang tentu sangat disayangkan jika kamu melewatkannya. Yuk, disimak baik-baik!

Berapa lama bawang merah bisa tetap segar?

Melansir laman Foodiosity, bawang merah diketahui dapat bertahan hingga satu bulan jika disimpan di tempat yang sejuk, gelap, atapun kering yang terpapar dengan banyak aliran udara. Bahkan, bawang merah bisa bertahan lebih lama bilamana tidak disimpan dalam satu tumpukan besar.

Kendati demikian, bawang merah memiliki masa penyimpanan yang berbeda-beda, bergantung pada suhu lingkungan. Bawang merah yang disimpan di lemari es bisa bertahan selama kurang lebih 3 minggu. Adapun di iklim hangat bawang merah tidak bisa bertahan terlalu lama kecuali jika dibekukan

Lantas, berapa lama bawang merah segar bisa bertahan?

Tentu saja ini dikembalikan pada kesegaran bawang merah milikmu. Apakah baru saja dipetik setelah panen atau sudah lama terhimpit di dalam gerai toko.

Yang jelas, bawang merah segar bisa memiliki beragam warna, entah itu putih keabu-abuan, putih pucat, magenta, hijau, ataupun merah mawar. Adapun bawang merah busuk bisa diketahui dari bagian dalamnya yang lembek, bercak atau jamur pada kulit luar, dan terciumnya bau aneh.

Jika kamu masih belum mengetahui betul perbedaan antara bawang merah segar atau tidak, membeli langsung di Tanihub bisa menjadi pilihan terbaik. Ini mengingat bawang merah milik Tanihub selalu tersedia dalam kondisi segar. Diperoleh langsung dari petani Indonesia.

Cara menyimpan bawang merah utuh

Meski sudah membeli bawang merah terbaik, tetap saja perlu menyimpan dengan cara tertentu berdasarkan kondisinya, yakni dalam kondisi utuh atau sudah dipotong-potong.

Adapun menyimpan bawang merah utuh dapat dilakukan dengan meletakkannya di iklim yang sejuk dan kering atau di bawah suhu kamar. Dalam kondisi lingkungan seperti ini, bawang merah bisa bertahan empat hingga lima minggu.

Kamu pun bisa menyimpan bawang merah di lingkungan yang panas dan lembab dengan suhu selalu konsisten di atas 80 F. Dengan catatan segera mengolahnya sebelum tumbuh jamur atau membusuk.

Warna permukaan bawang merah akan berubah jika kamu menyimpan bawang merah di dalam kulkas. Jika suhu tetap sekitar 0-4 C, bawang merah utuh akan tetap dapat dimakan hingga 6 bulan, bahkan bisa saja lebih lama.

Akan tetapi, jika kamu menyimpan bawang merah di bagian bawah lemari es, maka bawang merah berpotensi mengalami kelembaban lebih cepat. Hanya bisa bertahan segar selama kurang lebih 3 minggu.

Irisan Bawang Merah

Sebagaimana sebagian besar sayuran, kamu tidak dapat mengharapkan irisan bawang merah bertahan lama jika dibiarkan di atas meja.

Untuk kasus irisan bawang merah, kamu bisa menyimpannya dalam wadah kedap udara di lemari es. Irisan bawang merah tersebut bisa disimpan selama kurang lebih 6 bulan. Tepat sebelum itu keluarkanlah untuk mengolahnya lebih lanjut.

Intinya, kamu harus menyimpan bawang merah di lingkungan terbuka, yang tentunya dibungkus dalam kantong plastik. Jangan lupa untuk memberikan lubang kecil pada kantong plastik itu, supaya bawang merahmu tetap terkena udara luar. Dan hindarkan bawang merah dari kondisi berdempetan dengan sayuran lainnya.