Fri. Jan 21st, 2022

Cara Balik Nama STNK dan BPKB Sepeda Motor dan Biayanya

            Di Indonesia setiap orang yang memiliki dan menggunakan kendaraan bermotor diwajibkan untuk memiliki dan membawa SIM (Surat Izin Mengemudi) dan juga STNK (Surat Tanda Naik Knedaraan) setiap kali sedang berkendara. Kira – kira mengapa ya surat – surat tersebut harus dibawa setiap kali sedang berkendara ?

            Membawa STNK dan SIM saat berkendaraa penting karena itu merupakan dokumen penting yang bisa membuktikan bahwa kendaraan tersebut resmi dan terdaftar di kantor Samsat dan bukan merupakan kendaraan hasil Razia, hasil curian, ataupun kendaraan yang nomor pajaknya sudah mati.

            Meski banyak pengendara sudah mengetahui tentang peraturan tersebut tetapi ternyata masih banyak pengendara yang tidak membawa STNK selama berkendara. Banyak hal yang dijadikan alasannya, namun salah satu alasan yang paling banyak yaitu STNKnya hilang dan paar pengendara tersebut malas untuk membuat yang baru karena ditakutkan prosedurnya sulit dan membutuhkan biaya yang mahal.

            Padahal kenyataannya pembuatan STNK tersebut tidak sesulit yang dibayangkan, anda bisa mengikuti cara mengurus STNK hilang berikut ini agar anda bisa memiliku STNK baru dan tidak akan ditilang lagi.

  • Membuat laporan kehilangan di Kantor Polisi

Langkah pertama saat STNK hilang adalah anda harus melakukan laporan ke Polsek / Polres daerah tempat tinggal anda dan meminta untuk dibuatkan surat kehilangan agar nanti bisa dijadikan sebagai pengantar ke kantor Samsat. Selain itu surat kehilangan ini juga bisa menjadi surat pengganti sementara jika anda mengalami pengecekan kelengkapan surat – surat berkendara di jalan.

  • Menyiapkan berkas dan syarat administratif

Selama proses pengajuan untuk membuat STNK baru ini juga jangan lupa untuk menyiapkan berkas atau persyaratan administratif seperti KTP dari pemilik kendaraan yang asli maupun Fotocopy, Fotocopy STNK yang hilang, Surat kehilangan dari pihak kepolisian, dan BPKB asli atau fotocopy.

  • Datang Ke Kantor Samsat

Setelah semua berkas administratif yang dibutuhkan sudah anda siapkan, maka anda bisa langsung membawanya ke Kantor Samsat yang merupakan kantor pemerintah yang memiliki wewenang untuk menerbitkan STNK yang telah disetujui.

  • Melakukan cek fisik kendaraan

Jika semua proses administrasi telah selesai maka selanjutnya yaitu cek fisik kendaraan. Pada tahap ini petugas akan melakukan pengecekan kesuluruhan sampai ke nomor rangka dan mesin. Jangan lupa juga untuk menggandakan hasil cek fisik kendaraan setelah hasilnya keluar.

  • Mengisi Formulir Pendaftaran

Setelah melakukan cek fisik kendaraan selanjutnya pastikan anda mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap karena itu akan menjadi data pelengkap dari STNK anda nantinya. Setelah semua berkas diisi anda bisa memberikan berkas tersebut ke loket pendaftaran.

  • Mengurus cek blokir di kantor Samsat

Selanjutnya setelah mengisi semua formulir yang dibutuhkan anda bisa mengurus pengecekan blokir STNK anda agar nantinya saat STNK anda dibuat statusnya tidak dalam kondisi di blokir ataupun sedang dalam pencarian. Untuk memghindari hal tersebut anda bisa melampirkan hasil cek fisik kendaraan.

  • Melakukan Pembayaran

Setelah itu anda akan diarahkan ke loket pembayaran untuk melakukan pembayaran terkait pengurusan STNK baru ini. Biaya yang harus dibayarkan untuk pembuatan STNK kendaraan roda dua akan dikenakan biaya seharga Rp. 50.000 Sedangkan untuk kendaraan roda empat dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000.

  • Menunggu pengambilan STNK

Terakhir anda tinggal menunggu pengambilan STNK yang baru jika sudah tidak ada lagi sisa pembayaran pajak yang harus anda bayar.

 

 

 

By sartika