Tue. Nov 24th, 2020
Berhubungan Intim Setelah Melahirkan Ternyata Ada Aturannya, Simak Ulasan Berikut

 Banyak anak, banyak rezeki. Itulah yang kerap dilontarkan para ibu yang sedang merencanakan kehamilan setelah melahirkan. Beberapa menggangap hal wajar melakukan hubungan intim setelah melahirkan dan beberapa lainnya memiliki kekhawatiran tersendiri akan hubungan intim yang dilakukan setelah melahirkan. Perbedaan tersebut menimbulkan pertanyaan, sebenenarnya bolehkah ibu melakukan hubungan intim selepas melahirkan?

Jawabannya tentu saja boleh, akan tetapi dengnan beberapa aturan yang perlu diikuti. Agar lebih jelas mengenai aturan tersebut, berikut resep berhubungan setelah melahirkan yang bisa Anda simak.

  1. Pertimbangan waktu rahim sembuh

Melakukan hubungan intim setelah melahirkan tentu sah-sah saja asal tidak terburu-buru. Dalam arti setelah pendarahan yang dialami ibu telah selesai yaitu kurang lebih sekitar 3 minggu setelah bersalin. Selama terjadinya pendarahan tersebut, rahim ibu masih dalam proses penyembuhan. Melakukan hubungan intim di tengah proses tersebut bukan tidak mungkin membuat proses penyembuhan tersebut berbalik menjadi infeksi.

Selain itu, beberapa ibu yang mengalami proses episiotomi juga menunggu lebih lama untuk melakukan hubungan intim dibandingkan harus merasakan rasa sakit. Episiotomy sendiri merupakan proses menggunting kulit dan otot yang berada di antara vagina dan anus untuk melebarkan jalan lahir normal.

  1. Jangan lakukan jika ada perasaan takut

Setelah melewati proses penyembuhan tapi ibu masih merasakan sakit, bisa jadi ada masalah pada luka tersebut. Anda bisa melakukan penolakan secara halus jika suami benar-benar menginginkannya, terlebih jika ibu masih merasa takut. Rasa takut yang dirasakan ibu ini akan berpengaruh pada kenikmatan hubungan intim pasangan. Dari masalah tersebut bukan tidak mungkin akan timbul masalah di antara pasangan.

Akan lebih baiknya jika Ibu memberi perhatian lebih pada suami mengenai ketakutan ibu dan beberapa faktor lainnya. Bahkan jika perlu lakukan konsultasi untuk mendapatkan kenyamanan bersama.

  1. Mulai dengan pemanasan

Jika sudah waktunya melakukan hubungan intim pertama kali setelah proses melahirkan, hal penting yang tidak boleh tertinggal yaitu pemanasan. Siap ataupun tidak, ibu akan merasa tegang setelah mengalami proses panjang melahirkan. Dari rasa sakit yang dirasakan, kelelahan mengurus bayi, dan faktor lainnya. Pemanasan dapat mengurangi rasa sakit pada luka. Sebagai sosok suami, Anda harus memahami dan memberi sentuhan yang berbeda pada istri agar istri merasa rileks.

Apabila dengan pemanasan, ibu masih merasakan sakit terlebih untuk luka hasil operasi Caesar, cobalah melakukan berbagai posisi bercinta. Cari posisi ternyaman yang tidak memberi tekanan pada luka. Ibu bisa mencoba meletakkan bantal empuk di bagian perut bekas operasi Caesar untuk meredam sakit saat berhubungan intim. Atau posisi ibu berada di atas juga mencegah luka bekas operasi Caesar terkena gesekan, sehingga aman untuk melakukan hubungan intim.

Itulah beberapa aturan yang bisa dilakukan jika ingin melakukan hubungan intim setelah melahirkan. Paling penting dari semua aturan di tas yaitu komunikasi antara ibu dengan suami. Hubungan intim setelah melahirkan bisa jadi adalah suatu pengalamn baru bagi keduanya. Untuk itu ada baiknya jika saling membuka diri dengan komunikasi agar segala keluhan dapat teratasi.