Thu. May 19th, 2022

Tari Piring: Sejarah, Gerakan, Properti, dan Pola Lantainya | Indozone.id

Tari Piring merupakan tari tradisional Minangkabau yang dalam gerakannya menggunakan piring. Dalam pertunjukan tarian piring para penari mengayunkan piring di telapak tangan mereka sesuai dengan irama dan gerakan yang teratur, piring tersebut tidak satupun terlepas dari tangan mereka.

Gerakkan dari tari piring diambil dari gerakan silek Minangkabau atau silat Minangkabau. Mulanya tarian ini ditujukan untuk menyambut tamu kehormatan yang dipopulerkan Huriah Adam.

Tapi seiring berkembanganya zaman tari piring dijadikan ajang promosi untuk mengenalkan budaya dan pariwisata di Indonesia khususnya masyarakat Minangkabau.

Berikut dibawah ini informasi sejarah, dan ciri khas khusus dari Tari Piring. Silahkan disimak dengan baik!!

  1. Asal Tari Piring

Tari Piring berasal dari daerah Solok tepatnya di provinsi Sumatera Barat. Awal kemunculan tari piring menurut legenda adalah sebagai tarian dalam upacara kesuburan.

Tari Piring merupakan seni tradisional yang didalamnya mengandung banyak nilai estetis dan mengandung nilai budaya leluhur yang mendalam.

Dalam sejarahnya ketika masyarakat mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah, mereka akan mengadakan ritual ucapan syukur dengan menggunakan tarian piring. Ritual tersebut dilakukan dengan cara membawa sajian yang diletakkan di dalam piring, kemudian pembawa piring tersebut melangkan dengan gerakkan yang teratur atau dinamis.

Semenjak Agama Islam masuk ke Minangkabau. Tari piring sudah tidak digunakan lagi sebagai ritual upan raya syukur kepada dewa-dewa, saat ini tari piring digunakan sebagai sarana hiburan untuk mayrakat dan kerap kali dijadikan tontonan dalam tiap acara.

  1. Gerakan Tari Piring

Tari Piring yang berasal dari tarian Minangkabau ini memiliki gerakkan khusus yang membedakannya dengan tarian tradisional lainnya.

Gerakan umum tari piring yaitu meletakkan dua piring diatas dua telapak tangan. Kemudian penari yang membawa piring tersebut menggerakan piringnya dengan gerakan yang cepat sesuai irama, lalu dalam tariannya penari mendetingkan piring atau dua cicin di jari penari ke piring bawaanya.

Kualitas tari piring berasal dari gerakkan tari piring tersebut. Gerakkan tari piring berasal dari banyak gerakan mulai dari gerakan dasar yang berasal dari pencak silat, gerakan alang babega, gerakan bungo kambang, gerakan tupai bagaluik, dan gerakan keseharian kehidupan sehari hari seperti gerak buai anak, gerak basiang, dan lainnya.

Di bagian terakhir tari Piring, penari akan melemparkan piringnya ke lantai atau ke bawah. Kemudian penari tersebut akan menari di atas pecahan piring.

Umumnya personil penari piring berjumlah ganjil mulai dari tiga penari hingga tujuh penari. Kostum yang digunakan para penari tersebut berwarna cerah yang didominasi warna kuning kemasan dan warna merah dan memakai penutup kepala.

  1. Alat Musik

Tari piring diiringi dengan gabungan alat musik talempong dan saluang. Ciri khas lainnya dari tari piring adalah tempo alat musik yang awalnya lembut dan teratur, lalu semakin lama semakin cepat dan dinamis.

Alat musik yang digunakan pada tari piring antara lain:

  • Talempong Pacik

Talempong pacik adalah alat musik pukul khas Minangkabau yang dibuat dari bahan tembaga dan kuningan yang dicampur, yang cara bermainnya dipukul dengan sepasang kayu.

Nama Talempong pacik berasal dari cara memainkan alat musik ini yang dipegang. Talempong pacik memiliki tiga jenis yaitu Talempong jantan, Talempong betina, Talempong Pangawin.

  • Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi adalah instrumen bernada tunggal. Alat musik ini mengalami beberapa modifikasi yang mirip dengan seruling, suara yang dikeluarkan sangat unik.

  • Gandang (Gendang Minang)

Gendang merupakan alat musik Khas Minang yang bentuknya seperti gendang mirp daerah lainnya di Indonesia, cara memainkannya pun sama. Perbedaannya adalah dalam cara memukul alat musik ini, di Minang Gandang dipukul sesuai jenis rentak lagu.

By sartika