Mon. Oct 3rd, 2022

Arti Aqiqah menurut Bahasa dan Istilah

 Arti Aqiqah  sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu menurut Bahasa dan menurut Istilah. Bagi pasangan suami istri, memiliki anak adalah anugerah dan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Aqiqah merupakan suatu ibadah untuk menumbuhkan  nilai- nilai ketauhidan kepada anak yang masih suci. Dengan adanya aqiqah, diharapkan sang bayi mendapatkan kekuatan dan kesehatan lahir batin. Lahir batinnya tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai- nilai Ilahiyah, diharapkan juga sang bayi kelak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua, shaleh dan shalehah.

Saat bayi baru saja dilahirkan didunia, ia tentu saja memiliki hak-hak sehingga orangtua mempunyai kewajiban  dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan pada sang bayi, seperti mentahnik bayi dengan kurma, melakukan aqiqah, memberi nama yang baik, memberi asupan ASI, memberi nafkah kepada sang anak dan masih banyak lainnya. Aqiqah adalah salah satu Hak bagi bayi yang baru saja dilahirkan serta menjadi sunnah dan memiliki hikmah  yang waktu pelaksanaannya ada sendiri.

Berikut ini merupakan Arti Aqiqah menurut Bahasa dan Istilah:


  1.     Menurut Bahasa

Dalam memahami sesuatu tentu kita tidak bisa mengabaikan begitu saja, makna dasar sebuah bahasa termasuk dalam memahami arti dari aqiqah.  Menurut bahasa bahwa arti aqiqah adalah Al- qat’u yang artinya “memotong”. Pertanyaannya memotong adalah apa?  Dalam ibadah aqiqah ini ada 2 hal yang dipotong yaitu menyembelih kambing untuk aqiqah dan rambut bayi itu sendiri. Oleh karena itu menurut ulama istilah aqiqah yang dimaksud adalah bisa rambut bayi yang dicukur atau kambing yang di sembelih.


  1.     Menurut istilah

Menurut istilah Arti Aqiqah adalah menyembelih kambing dalam rangkan beribadah kepada Allah swt, sekaligus dengan ungkapan rasa syukur atas kelahiran sang anak.

Karena kelahiran seseorang satu kali seumur hidup maka syarat ini dianjurkan untuk dilakukan satu kali saja. Berbeda dengan ibadah hari Qurban yang bisa diulang setiap tahun atau membayar dam saat haji juga bisa diulang selama ia melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci.

Dasar tentang aqiqah

Hukum atas ibadah aqiqah berbeda pendapat berdasarkan ulama. Ada yang mengemukakan bahwa ibadah aqiqah hukumnya adalah wajib dan adapula yang mengatakan bahwa hukumnya adalah Sunnah. Dari semua pendapat yang ada, pendapat yang paling shahih adalah yang mengemukakan bahwa hukum aqiqah adalah Sunnah mu’akad yang artinya: Ibadah yang memang dianjurkan untuk dilaksanakan. Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan ibadah aqiqah adalah pada hari ke tujuh dari kelahirannya. Namun pendapat tersebut berselisih dengan bolehnya melaksanakan ibadah aqiqah setelah hari ketujuh atau sesudahnya.  Tujuan melakukan ibadah aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran sang anak.

Untuk pemesanan aqiqah di wilayah Cilacap dan sekitarnya, Anda bisa mengunjungi web site kami di Aqiqah Cilacap

Berikut ini adalah dalil tentang Aqiqah:

Hadits Tentang Aqiqah beserta dengan penjelasannya Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Berpatokan dengan hadist diatas, para ulama mengemukakan bahwasannya seorang anak tidak dapat memberi syafaat apabila ia belum melakukan ibadah aqiqah atau sama dengan di aqiqahkan oleh orang tuanya.

 

Dalam aqiqah terdapat juga Hikmahnya yaitu:

  1. Melaksanakan sunnah nabi Muhammad saw yaitu dengan meneladani nabi Ibrahim as, dan juga Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta yaitu Ismail as.
  2. Dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak bayi itu, dan ini sesuai dengan makna dari hadist, dan artinya: “ setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya” sehingga, anak yang telah dilaksanakan aqiqahnya insyaallah  dapat terlindung dari gangguan setan  yang mengganggu bayi dan anak- anak. Hal ini yang dimaksud oleh Ibnu Qayyim al- jauziyah  “ bahwa lepasnya dia dari setan dan tergadai oleh aqiqahnya”
  3. Aqiqah merupakan suatu tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi orangtuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya”
  4. Termasuk sebagai bentuk pendekatan diri dengan Allah SWT dan juga bentuk wujud rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT dengan lahirnya seorang anak.
  5. Aqiqah sebagai sarana untuk memperlihatkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat nanti.
  6. Aqiqah juga dapat memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara masyarakat.
  7. Aqiqah merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip keadilan sosial dan menghapus masalah kemiskinan di dalam masyarakat. Contohnya, dengan adanya daging yang dibagikan kepada masyarakat fakir miskin.

 

Aqiqah merupakan ibadah 1x seumur hidup. Maka berikan yang terbaikuntuk yang tersayang. Ayah Bunda bisa memilih Jasa Aqiqah Cilacap yang terpercaya di AQIQAH ALMEERA