Sat. Jun 25th, 2022

Fokus dalam mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 4 Tips Menyekolahkan Anak ke Pesantren, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Menyekolahkan anak perlu pemikiran masak supaya anak dapat tercipta watak, berkembang pengetahuan dan bermoral mulia lewat pengajaran itu. Semuanya orang tua tentu tidak mau salah saat masukkan anak ke satu sekolah apa lagi bila sekolah umum. Sebagian dari mereka ingin anak masih tetap memperoleh pengajaran agama untuk perbekalan periode depannya. Hingga orangtua memilih untuk menyekolahkan anak ke pesantren.

Pesantren yang notabene ialah mekanisme pengajaran asli dari Indonesia mulai berkembang ke mekanisme pengajaran yang lebih kekinian. Tetapi tidak seluruhnya pesantren dapat sediakan watak building yang bagus pada anak.

Orangtua harus cermat memisah dan pilih mana pesantren yang pas dalam evaluasi agama. Janganlah sampai anak justru terperosok ke medan pengacau seperti terorisme karena kedangkalan memahami agama. Bagaimana pilih pesantren yang pas? Berikut tips-nya:

1. Cari info organisasi simpatisannya

Tiap pesantren pasti mempunyai sebuah organisasi atau yayasan yang memayungi. Berhati-hati bila yayasan itu bau radikal dan condong mempunyai riwayat mengadu domba Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yayasan yang turut peran dalam penegakan NKRI dan pembangunan nasional jadi opsi pas seperti Muhammadiyah, Nahdhiyyin, Jama’ah Tepat, Thawalibdil, Jami’atul Washliyyah, Jama’ah Rifa’iyah dan Nahdothul Waton.

2. Kurikulum bukan gedungnya

Tidak boleh terkesima oleh megahnya gedung pesantren dan fasilitas prasarana pesantren itu. Paling fokus jadi perhatian ialah bagaimana kurikulum edukasi di pesantren itu. Kerjakan penilaian di pesantren itu dengan ajak putra putri Anda.

Standard kurikulum yang bagus ialah imbang di antara Iman, Islam, akhlaqul karimah, aqidah, beribadah, ihsan, syari’at, thoriqot dan haqiqot. Bahkan juga kualitas pesantren dapat disaksikan dari kitab-kitab yang dibaca dan jadi referensi evaluasi agama Islam.

3. Bagaimana Trek Recordnya

Saat lakukan penilaian, tanyalah pada warga sekitaran, rekanan dan sesepuh pesantren mengenai catatan riwayat pesantren. Apa turut peran dalam mencerdaskan bangsa, bagaimana prestasinya dan mempunyai trek record yang bagus di mata warga.

4. Saksikan kekuatan beberapa alumni dan aksi mereka

Bahkan juga banyak petinggi ialah lulusan pesantren. Ini dapat Anda menjadikan rekomendasi apa pesantren itu unggul atau mungkin tidak. Alumni yang unggul pasti datang dari pesantren yang bagus. Seperti Prof Dr. HAMKA dan Thawalib Padang, Prof. Dr. Ali Mukti dari Tremas Pacitan, Dr. Din Syamsudin dari Gontor Ponorogo.

By nasya